Posted by: hernowo | April 13, 2011

ANDAI AKU PEMILIK GEDUNG DPR

ANDAI AKU PEMILIK GEDUNG DPR

gEDUNG dPRDari siaran Metrotv tadi malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyno akhirnya angkat bicara soal rencana pembangunan gedung baru DPR, Kamis (7/4). Presiden meminta agar mega proyek tersebut ditinjau ulang agar sejalan dengan semangat efisiensi dan optimasi anggaran yang dicanangkan pemerintah.

“Saya menginstruksikan, setelah dilakukan pengecekan rencana pembangunan gedung dan fasilitas yang tidak memenuhi ketentuan yang dikeluarkan, bahkan dalam bahasa saya tidak memenuhi standar kepatutan agar ditunda dulu, untuk dilakukan revisi penyesuaian. Bahkan barangkali kalau memang tidak sangat diperlukan bisa ditunda dan dibatalkan,” kata SBY. (**)

Itu juga yang saya dengar sendiri dari berbagai siaran televisi. Ditengah penolakan masyarakat luas, DPR masih ngotot juga tanpa melirik dan mendengar kemiskinan masyarakat yang luas.

Menurut Okezone,- Biaya sebesar 10,471 milar yang dikeluarkan Sekretariat Jenderal DPR untuk membangun gedung DPR dinilai terlalu mahal. Sebab biaya tersebut hanya digunakan untuk membayar manajemen konstruksi sebesar 864 juta dan konsultan perencanaan senilai 9,6 miliar.

“Terlalu mahal itu dan menurut saya kalau mau dihentikan yang 10 miliar itu tidak terbuang begitu sia-sia. Masih ada waktu karena yang dipermasalahkan kan termasuk masalah transparansinya,” kata Koordinator Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi kepada okezone, Rabu (30/3/2011) malam.

Menurut Uchok, pembangunan gedung baru DPR sejak awal sudah mengundang kontroversi karena prosesnya tertutup. Bahkan desain gedung pun dibuat terutup tanpa melibatkan Ikatan Arsitek Indonesia. Padahal, kata Uchok, sangat penting melibatkan Ikatan Arsitek dalam satu sayembara terbuka agar seluruh masyarakat merasa dilibatkan dan memiliki gedung baru tersebut.

“Ini kan yang sekarang tahu-tahu sudah ada desainnya, prosesnya sudah jalan dan kalau tak kita kritisi terus mungkin tendernya juga akan berlangsung tertutup,” katanya.

Selain itu, kata Uchok, pembangunan gedung baru mestinya tidak dibiayai hanya dalam setahun. Dalam surat rekomendasi anggota DPR periode 2004-2009, kata dia, sebenarnya sudah dicantumkan agar pembiayaan bisa dilakukan beberapa tahun agar tidak sekaligus menyedot kas negara.

Gedung baru DPR direncakan seluas 157.586 meter persegi dengan biaya pembangunan mencapai 1,138 triliun.

Coba jika saya pemilik gedung, maka dengan dana 5 juta/M2 s/d 10juta/M2 saya yaqin gedungnya akan berdiri megah.

Andai saya orang kaya dan emilik gedung, maka akan saya bangun gedung mewah seluas 70,000 M2 untuk 1000 anggota dewan dan 4000 staff ahlinya dengan danaRp. 272,000,000,000 dengan rincian Rp. 240,000,000,000 untuk biaya bangunan dan Rp. 32,000,000,000 untuk furnitura yang sangat mencukupi untuk 1000 anggota dan 4000 staff ahli. Rinciannya adalah sbb :

Perkiraan anggaran (Jika saya sebagai pemilik gedung)
LUAS Bangunan (Gedung) AREA(M2) JML Ruang TOTAL(M2)
Ruang anggota Dewan @ 40 M2 30 1,000 30,000
Ruang Staff Ahli 40M2 untuk 4 orang 40 1,000 40,000
JUMLAH LUAS RUANG 70,000
PERHITUNGAN BIAYA KASAR : LUAS(m2) Harga Satuan total
Ruang anggota Dewan @ 40 M2 30,000 4,000,000 120,000,000,000
Ruang Staff Ahli 40M2 untuk 4 orang 40,000 3,000,000 120,000,000,000
total biaya 70,000 240,000,000,000
FURNITURA : Hrg Satuan jml ruang Total (Rp.)
1. Ruang anggota Dewan @ 40 M2
Meja-Kursi Kerja 6,000,000 1,000 6,000,000,000
Meja/Kursi Tamu 8,000,000 1,000 8,000,000,000
2. Ruang Staff Ahli 40M2 untuk 4 orang
Meja-Kursi Kerja 8,000,000 1,000 8,000,000,000
3. Rak Buku dan Arsip 10,000,000 1,000 10,000,000,000
TOTAL 32,000,000,000
REKAP :
Biaya Gedung 240,000,000,000
Furnitura 32,000,000,000
grand total 272,000,000,000
Posted by: hernowo | September 27, 2008

MENGHITUNG-HITUNG HARGA BBM

 

MENGHITUNG-HITUNG HARGA BBM,

Ala POMINA Negeri Mimpi

Oleh Ir. H. Windu Hernowo, Dipl.Eng, MM – Kader PMB Jakarta Selatan

 

1.      PENDAHULUAN

Dalam beberapa bulan terakhir ini harga bbm mengalami kenaikan yang luar biasa. Konon kenaikan harga ini selalu dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak bumi yang besar. Kenaikan harga ini tentu berakibat negatif terhadap perekonomian Indonesia.Disatu sisi, kenaikan harga minyak akan mendorongpencarian sumber-sumber baru, namun dissi ain kegiatan tersebut tidak akan memecahkan persoalan dalam waktu dekat, karena kegiatan eksplorasi memerlukan waktu yang cukup lama sebelum dapat dieksploitasi.

Pasal 33 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia pasal 33 berbunyi sebagai berikut :

(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.

(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai hajat hudup orang banyak dikuasai oleh Negara

(3) Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalammya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Sedangkan pasal 9 Undang-Undang No.30 Tahun 2007 Energi Tingkat Kandungan Dalam Negeri berbunyi :

(1) Tingkat kandungan dalam negeri, baik barang maupun jasa, wajib dimaksimalkan dalam pengusahaan energi.

(2) Pemerintah wajib mendorong kemampuan penyediaan barang dan jasa dalam negeri guna menunjang industri energi yang mandiri, efisien, dan kompetitif.

Menyimak pasal-pasal Undang-Undang diatas bisa diambil kesimpulan bahwa pengusahaan migas yang terkandung di dalam tanah dan laut Indonesia dikuasai oleh Negara dan semata-mata hanya dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

 

Surat Keputusan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) No: Kpts 766/F00000/2007-S0 tentang Harga Jual Keekonomian Bahan Bakar Minyak Pertamina tanggal 29 November 2007, menetapkan bahwa terhitung mulai tanggal 1 Desember 2007 pukul 00.00 WIB, harga BBM Non Subsidi untuk pelanggan selain sektor rumah tangga, usaha kecil, transportasi dan pelayanan umum serta harga untuk bunker internasional, seperti berikut ini: 

HARGA JUAL KEEKONOMIAN BBM PERTAMINA MULAI 1 DESEMBER 2007 :

Jenis BBM   Harga Eceran    Harga Non Subsidi
Wilayah 1   Wilayah 2  Wilayah 3
(Rp/Lt) (USC/Lt) (Rp/Lt) (USC/Lt) (Rp/Ltr) (USC/Lt)
Premium  4.500 a)  7,450.85      90.28  7,737.20      83.36  7,901.65       85.13
M. Tanah  2.000 a)  8,347.90      89.95  8,529.40      91.91  8,710.90       93.85
M. Solar  4.300 a)  8,300.70      89.44  8,544.50  9,207.00  8,726.20       94.03
 7,939.80      85.55  8,173.00      88.07  8,346.80       89.94
M. Diesel -  7,700.00      82.96  7,944.20      85.60  8,113.60       87.42
M. Bakar  -  5,750.80      61.96  5,893.80      63.51  6,019.20       64.86

 

Sumber:http://www.pertamina.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3407&Itemid=33 

 

Hal ini cukup bisa dimengerti oleh masyarakat umum di Indonesia, karena harga minyak mentah yang menjulang akhir-akhir ini. Sehingga pemerintah perlu melakukan penyesuaian harga dan subsidi menjadi harga yang sekarang ini kita nikmati bersama dari SPBU diseluruh Indonesia. Namun adakah kemungkinan pengelolaan manajemen harga minyak ini menjadi lebih baik, sedangkan resource yang ada sangat terbatas.

 

Ada baiknya kita menyimak dan mempelajari bagaimana POMINAS (Perusahaan Oplos Minyak Nasional) di negeri mimpi memprioritaskan BBM untuk rakyat kecil berikut :

2.KONSEP HARGA BBM POMINAS :

POMINAS (Perusahaan Oplos Minyak Nasional) di negeri mimpi selalu menyederhanakan masalah dengan menganalogikan Negara dan Rakyat sebagai hubungan ibu dan anak dimana Negara sebagai ibu dan masyarakat sebagai anak dalam suatu rumah tangga, saya akan selalu berfikir bahwa bila seorang ibu yang membuat dan menjual pisang, tidaklah mungkin ibu akan memberikan pisang goreng ke anak-2nya sendiri dengan harga jual yang diperuntukkan bagi orang lain (non-keluarga).Artinya bila si ibu membeli pisang mentah seharga Rp. 350.- dan menjual pisang goreng kepada orang lain dengan membebankan biaya produksi dan keuntungan semisal Rp.150.-. Sudah barang tentu si ibu akan menjual pisang goreng seharga Rp. 500,-per buah. Walaupun demikian, si Ibu tidak akan menghitung harga pisang untuk anaknya senilai Rp. 500.-, namun tetap Rp.350.- saja karena minyakgoreng, yang digunakan adalah minyak sisa (jelantah-jw) yang tertinggal di wajan penggorengan yang sudah diperhitungkan harganya didalam harga jual pisangnya ke orang lain. Tenaga yang tercurah untuk membuat pisang goreng tidak dihitung lagi karena tidaklah lazim seorang ibu minta bayaran pada anak2nya untuk segala yang dikerjakannya.

 

Analog dengan masalah yang ada diatas, kita anggap saja minyak mentah produksi dalam negeri (sebanyak 75% kebutuhan dalam negeri) sebagai pisangnya dan minyak mentah impor (25% kebutuhan Dalam negeri) sebagai minyak goreng yang harus dibeli, maka POMINAS akan mencampur minyak produksi dalam negeri sendiri (75%) dengan biaya produksi US$ 9.26/bbl. dan minyak Impor (25%)dengan harga impor semisal US$. 140.00  sehingga terjadi mixed Crude Oil price (harga Minyak Mentah Oplosan) senilai US$ 41.95 atau sekitar 0.299607143 dari harga minyak impor.

 


Bila 1 Barrel = 158.97 liter dibulatkan = 159 liter, maka harga Mixed Crude Oil
per liternya adalah=USD 0.263836478. Kemudian pertanyaannya adalah berapa biaya refinery, transportasi dan distribusi nya untuk membentuk Harga jual yang wajar bagi rakyat ?.

 

Angka perbandingan Harga Minyak Mentah Internasiona terhadap harga Oplos  0.299607143 ini adalah faktor pengali yang digunakan sebagai dasar untuk menghitung seluruh harga (terlepas dari biaya transpotasi dan distribusinya), dengan asumsi emua harga BBM dihitung dari Harga Impor Crude Oil.

 

Bila faktor ini kita kalikan dengan masing-masing harga eceran, maka akan didapat harga Non Subsidi Pominas sebagai berikut : 

Jenis BBM   Harga Eceran    Perkiraan Harga Non Subsidi POMINAS
Wilayah 1   Wilayah 2  Wilayah 3
(Rp/Lt) (USC/Lt) (Rp/Lt) (USC/Lt) (Rp/Ltr) (USC/Lt)
Premium      1,348.23  2,232.33      27.05  2,318.12      24.98  2,367.39      25.51
M. Tanah         599.21  2,501.09      26.95  2,555.47      27.54  2,609.85      28.12
M. Solar      1,288.31  2,486.95      26.80  2,559.99  2,758.48  2,614.43      28.17
 2,378.82      25.63  2,448.69      26.39  2,500.76      26.95
M. Diesel -  2,306.98      24.86  2,380.14      25.65  2,430.89      26.19
M. Bakar  -  1,722.98      18.56  1,765.82      19.03  1,803.40      19.43

 

3. KESATUAN UMAT DAN KEMAKMURAN BANGSA

 

Bab II-Pasal 2, ASAS DAN ‘TUJUAN pada Undang-Undang Energy nomor 30 tahun 2007, berbunyi :

Energi dikelola berdasarkan asas kemanfaafan, rasionalitas, efisiensi berkeadilan, peningkatan nilai tambah, keberlanjutan, kesejahteraan masyarakat, pelestarian fungsi lingkungan hidup, ketahanan nasional, dan keterpaduan dengan mengutamakan kemampuan nasional.

Artinya seluruh usaha penggalian dan exploitasi migas termasuk yang harus dikelola berdasarkan asas kemanfaafan, rasionalitas, efisiensi berkeadilan, peningkatan nilai tambah, keberlanjutan, kesejahteraan masyarakat. Bila pemerintah mempunyai keinginan untuk merubah cara pandang terhaddap manajemen harga minyak seperti harga POMINAS diatas, saya yakin dengan harga non subsidipun, masyarakat umum masih berkemampuan untuk membeli bbm dan tentunya akan  menggairahkan usaha kecil dan mikro.

 

Volume produksi sendiri crude oil yang diperuntukkan didalam negeri harus diselamatkan dulu untuk mencukupi ebutuhan nasional, sehingga terpenuhi. Kelebihan dari kebutuhan dalam negeri (bila ada) bolehlah diexport untuk mendapatkan devisa. Memang ada devisa dari minyak yang hilang dengan cara2 diatas namun itu adalah trade-off yang harus direlakan untuk mensejahterakan sekian juta penduduk Indonesia.

 

Dengan harga diatas tentunya tidak lagi ada protes, demo atau apapun bentuk keberatan masyarakat karena harga minyak ini menjadi lebih terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, dan dampak positifnya adalah biaya transportasi menjadi jauh lebih murah yang tentunya berdampak positif terhadap seluruh harga barang di Indonesia menjadi sangat terjangkau akibat biaya transportasi yang murah. Tentunya Kesatuan Umat dan Kemakmuran Bangsa bisa terwujud sesuai dengan slogan Partai Matahari Bangsa. Semoga allah swt meridhoi segala usaha kita semua untuk memakmurkan bangsa.

 

Tentunya dengan harga minyak yang rendah akan memancing sebagian orang untuk membeli dan menjualnya diluar negeri demi keuntungan pribadi, karena keuntungan yang sudah diendus sangatlah tinggi. Untuk memproteksi larinya minyak ini keluar negeri oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sudah semestinya dibuat pengawasan yang ketat dan keras terhadap pelanggaran penjualan minyak keluar negeri untuk keuntungan sendiri. Hukum seberat2-nya tanpa ampun segala bentuk pencurian dan penyelewengan bbm yang menjadi hakat hidup orang banyak ini. 

4. PERBANDIN GAN :

Jenis BBM   Harga Eceran    Harga Non Subsidi
Wilayah 1   Wilayah 2  Wilayah 3
(Rp/Lt) (USC/Lt) (Rp/Lt) (USC/Lt) (Rp/Ltr) (USC/Lt)
Premium  4.500 a)  7,450.85      90.28  7,737.20      83.36  7,901.65       85.13
M. Tanah  2.000 a)  8,347.90      89.95  8,529.40      91.91  8,710.90       93.85
M. Solar  4.300 a)  8,300.70      89.44  8,544.50  9,207.00  8,726.20       94.03
 7,939.80      85.55  8,173.00      88.07  8,346.80       89.94
M. Diesel -  7,700.00      82.96  7,944.20      85.60  8,113.60       87.42
M. Bakar  -  5,750.80      61.96  5,893.80      63.51  6,019.20       64.86

Jenis BBM   Harga Eceran    Perkiraan Harga Non Subsidi POMINAS
Wilayah 1   Wilayah 2  Wilayah 3
(Rp/Lt) (USC/Lt) (Rp/Lt) (USC/Lt) (Rp/Ltr) (USC/Lt)
Premium      1,348.23  2,232.33      27.05  2,318.12      24.98  2,367.39      25.51
M. Tanah         599.21  2,501.09      26.95  2,555.47      27.54  2,609.85      28.12
M. Solar      1,288.31  2,486.95      26.80  2,559.99  2,758.48  2,614.43      28.17
 2,378.82      25.63  2,448.69      26.39  2,500.76      26.95
M. Diesel -  2,306.98      24.86  2,380.14      25.65  2,430.89      26.19
M. Bakar  -  1,722.98      18.56  1,765.82      19.03  1,803.40      19.43

Bila kita perbandingkan harga minyak eceran sebesar Rp. 4,500.00 dengan harga POMINAS sebesar Rp. 1,348.23 merupakan perbedaan yang sangsat signifikan. Untuk itu perlu rasanya kita renungkan “trade off” yang ada untuk kemakmuran bersama tanpa public riot menuju kedamaian hakiki. Pertanyaan yang timbul sekarang adalah Adakah niat baik Pertamina untuk membuat harga bbm seperti halnya harga Pominas ?.

Mari kita renungkan dan pertanyakan : bisakah…..???.  Jawabannya PASTI BISSSAAAA, Dimana ada kemauan, disitu ada jalan…………..

 

Atas dasar penulisan diatas, dibutuhkan political will pemerintah untuk bisa segera mengusahakan dan mengaplikasikan kebijakan bbm untuk kesatuan umat dan kemakmuran bangsa, dengan melakukan tahapan demi tahap langkah cermat dan cerdas sebagai berikut :

 

 

  1. Memandang MIGAS untuk semata-mata hanya dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
  2. STOP Penjualan Crude Oil keluar sebelum kebutuhan didalam negeri terpenuhi.
  3. LAKUKAN Refinery untuk produk campuran.
  4. IMPORT hanya kekurangan kebutuhan nasional saja.
  5. LAKUKAN PENGAWASAN SUPER KETAT terhadap TATA NIAGA MIGAS
  6. HUKUM seberat-beratnya para pencuri dan penyelewengan serta penyalahgunaan wewenang MIGAS.

 

Insyaallah dengan dasar pemikiran dan hati nurani untuk memakmurkan bangsa, segala usaha pemerintah akan sepen uhnya didukung oleh seluruh rakyat didalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

 

 

Posted by: hernowo | November 7, 2007

Macet Jakarta, Masalah Tanpa Ujung

Sumber :kompas.com/kompas-cetak/0401/29/Otomotif
Macet Jakarta, Masalah Tanpa Ujung

DALAM sebuah percakapan sambil minum teh dan kue keranjang di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (26/1) malam, tiga usahawan Indonesia bercerita tentang pengalaman masing-masing menembus macet Jakarta. Ia hanya dapat persoalan kalau jalan macet di kawasan-kawasan jalan alternatif. Misalnya kalau ingin pipis, repot bukan main. Turun dari mobil untuk pipis di tepi jalan tentu hal yang sangat tidak elok. Akan tetapi, bagaimana berkompromi dengan urusan “kecil” tetapi penting itu? Ia akhirnya memutuskan menempuh jalan praktis dengan membawa-bawa botol plastik bekas minuman ringan di mobilnya. Kalau ingin pipis, di tengah lautan kemacetan Jakarta, ia menarik keluar botol itu, menutup gorden mobil dan … urusan selesai. “Ngapain risi dengan sopir dan staf saya, lha wong kami sama-sama laki-laki. Jadi saya pipis aja di mobil. Habis mau di mana? Di tepi jalan? Ha-ha-ha, Anda bercanda,” kata usahawan yang suka tertawa ini. Usahawan kedua, juga enggan disebut namanya, berusia 72 tahun. Pengusaha ini menggerakkan bisnis besar di sektor tekstil dan produk tekstil. Ia tidak mempunyai masalah dengan kehadiran bus transjakarta yang bikin macet sebagian Ibu Kota, atau peraturan baru tentang 3 in 1. Sejak dulu ia selalu pergi dengan sopir dan seorang staf pria yang selalu siap menulis gagasan-gagasan baru pengusaha ini. Ide-ide itu biasa terlontar dalam perjalanan darat di Jakarta. Sama dengan pengusaha pertama, usahawan yang sudah mulai dimakan usia ini kerap menghadapi masalah kencing, bahkan kadang-kadang buang air besar. Ia sangat tersiksa kalau hasrat hajat itu datang tatkala ia terkepung macet Jakarta yang sinting. “Udah begitu hujan lebat, jarak ke kantor masih amat jauh. Wah, benar-benar tersiksa. Tahu sendiri bagaimana rasanya kalau kebelet hendak ke belakang, tubuh merinding semua,” tutur pengusaha ini.

Akhirnya ia nekat keluar mobil, menembus kemacetan Jakarta sambil berjalan kaki dan berpayung. Tujuannya mendapatkan rumah penduduk dan menuntaskan urusan hajat itu. “Orang Indonesia kan baik-baik, selalu memahami kesulitan orang sehingga saya dipersilakan masuk ke kamar kecil empunya rumah,” kata kakek yang tampak masih segar ini. “Pada kali lain, kesulitan yang sama datang. Kebetulan, tak jauh dari lokasi macet yang gila-gilaan itu, ada sebuah hotel, ya saya masuk saja, tuntaskan urusan belakang. Setelah itu ngeteh sebentar di kafe,” katanya. Pengalaman ini membuat pengusaha tersebut membawa botol bekas minuman ringan. Dan kalau urusan pipis, tinggal menutup gorden mobil, dan menyelesaikan masalah di situ. Sambil menghela napas ia menyebutkan, bagaimana jadinya kalau yang ingin pipis atau buang air besar adalah perempuan. Dan hasrat itu datang tatkala jalan amat macet, rumah masih amat jauh, hujan turun dengan lebatnya. “Lama-lama saya pikir Jakarta ini kota yang makin tidak manusiawi,” katanya. Ia baru merasa sangat tersiksa kalau lalu lintas macet total, tatkala ia mesti rapat atau bertemu tamu atau rekan bisnis di sebuah tempat. “Kalau kawan dekat sih, saya bisa telepon via telepon seluler dan minta maaf terlambat tiba karena macet. Tetapi bagaimana kalau misalnya saya janjian dengan sebutlah pejabat tinggi atau menteri sebuah negara sahabat? Wah, padahal saya juga mesti jaga reputasi. Apa pun, saya mesti tiba di lokasi tepat waktu. Akhirnya tiada jalan lain, saya naik ojek,” katanya. “Tetapi tahu sendiri ojek Jakarta, sebagian besar suka balap, nyelap-nyelip sesuka hati, pake naik trotoar pula. Kita sih bisa tiba di tempat tujuan tepat
waktu, tetapi jantung lebih dulu diajak olahraga keras,” katanya. TIGA usahawan tersebut berbicara tentang hal-hal yang tampak “biasa” untuk ukuran Jakarta. Persoalan tersebut akan makin rumit dan makin rumit lagi pada tahun-tahun mendatang, sebab setidaknya sampai hari ini pemerintah belum mengajukan program yang betul-betul riil untuk mengatasi kemacetan. Program yang bisa mengurangi kemacetan, misalnya pembangunan subway, skytrain, dan sebagainya masih dalam tahap wacana sejak dua warsa silam. Program yang agaknya mendekati tahap konkret ialah monorel.

Pembangunan rel kereta tunggal itu tampaknya akan jadi dalam waktu dekat. Namun, para pengamat angkutan darat menyarankan, supaya tidak kecewa, jangan dulu optimis. Sebab, program subway saja, yang sudah hampir jadi 10 tahun lalu, bisa batal hanya karena urusan sepele. Solusi yang coba disodorkan Pemerintah Provinsi DKI yakni bus transjakarta dan 3 in 1, agaknya tidak menyelesaikan soal sebab hanya memindahkan lokasi macet dan jam macet saja. Pada jam-jam berlakunya 3 in 1, jalan-jalan yang masuk kawasan 3 in 1 memang jauh lebih longgar. Namun, jalan-jalan alternatif penuh sesak. Persoalannya, seperti yang sudah kerap disajikan di laporan-laporan otomotif, memang hampir tidak ada penambahan jalan. Di sisi lain, penambahan jumlah kendaraan, mobil, sepeda motor, dan angkutan umum makin hebat. Bayangkan saja kalau di Jakarta bertambah 800.000 unit mobil dan sepeda motor per tahun.

Di forum lain, kendaraan dari kota-kota di sekitar Jakarta ikut mengepung Ibu Kota. Makin terbayang sintingnya macet Jakarta. Sepuluh tahun mendatang, jika masih tidak ada penambahan jalan, kendaraan-kendaraan di Jakarta bakal benar-benar berhenti. ADA baiknya kalau Pemerintah DKI memikirkan lagi solusi mengatasi kemacetan ini dengan menggunakan instrumen lain. Singapura mengurangi lonjakan kenaikan kendaraan dengan menggunakan instrumen pajak kendaraan dan sistem sertifikat (berlaku 10 tahun). Negeri berpenduduk empat juta ini mengimbangi instrumen itu dengan menyediakan fasilitas subway, kereta api, bus, dan taksi yang cukup memadai. Amerika Serikat menggunakan sistem parkir yang amat mahal. Di kota-kota besar, sebutlah di daerah elite New York, ongkos parkir per jam bisa mencapai 14-17 dollar AS per jam. Di Washington, Chicago, dan Los Angeles, tarif sedikit lebih murah, tetapi tetap saja mencekik leher. Bayangkan saja kalau parkir 10 dollar AS jam per hari, mesti mengeluarkan anggaran berapa besar untuk bayar parkir saja? Jangan heran kalau warga AS lebih suka naik kendaraan umum dan jalan kaki untuk jarak dekat. Hongkong dan kota terbesar di Australia, Sydney, mencari jalan keluar kepadatan kendaraan dengan ongkos parkir yang mahal.

Di Sydney misalnya, parkir di daerah tertentu besarnya 50 dollar Australia per delapan jam. Hongkong juga amat mahal. Pemerintah Provinsi DKI perlu mempertimbangkan untuk menggunakan instrumen parkir ini. Jika parkir di mal atau gedung perkantoran, misalnya, Rp 8.500 per jam (setara satu dollar AS), rasanya warga akan pikir panjang untuk selalu keluar dengan menggunakan mobil. Akan tetapi, kembali ke masalah awal, untuk menerapkan tarif itu pemerintah mesti lebih dulu menyiapkan sarana transportasi yang sangat memadai, trotoar untuk pejalan kaki yang memadai, serta rasa aman bagi warga di jalan, stasiun, halte, dan di dalam kendaraan umum. (ABUN SANDA).

Posted by: hernowo | November 7, 2007

Megapolitan Solusi Macet Jakarta

Sumber : Detik.com detikcom: Suara PembacaSelasa, 30/10/2007 07:51

Megapolitan Solusi Macet Jakarta
Pengirim: Rama Wiseso

foto <!—->Kemacetan di Jakarta sangat parah. Apalagi musim hujan telah tiba. Hampir dipastikan menambah keparahan kemacetan yang ada. Pemkot DKI Jakarta sudah mengeluarkan solusi dengan menambah koridor busway (VII-X koridor).

Tetapi, sungguh sayang program ini tidak akan berjalan maksimal. 80% pengguna jalan di Jakarta adalah warga yang berasal dari luar Jakarta (Dekasi, Depok, Banten, Bogor).

Masyarakat yang berdomisili di Jakarta dapat diasumsikan bahwa mereka mayoritas adalah warga senior (pensiunan). Sedangkan kemacetan yang terjadi di Jakarta disebabkan oleh para warga pengguna jalan yang umumnya berdomisili di luar Jakarta tetapi bekerja di Jakarta.

Sudah saatnya bagi Pemkot DKI-DPRD dan Pemkot-DPRD lainnya (Bekasi, Depok, Banten, Bogor) membuat konsep bersama dan segera melaksanakan pembangunan secara berkesinambungan. Hal ini harus segera dilakukan karena mengingat jumlah kendaraan yang semakin bertambah dan diprediksikan mulai tahun 2014 Jakarta akan mengalami kemacetan terparah.

Sudah saatnya konsep ‘Megapolitan’ dilaksanakan karena tidak ada solusi lain untuk menyelesaikan masalah ini selain saling bekerja sama dan bergotong royong dilandasi dengan niat yang tulus, bersih, ikhlas semata-mata untuk menciptakan masa depan yang jauh lebih baik. Bapak-bapak pejabat Pemda dan DPRD mari kita mulai dari sekarang.

Rama Wiseso
Jl Anggrek Cendrawasih VIII a No 8 Jakarta
ramawiseso@yahoo.co.id
70479100
<!–Email: marina@staff.detik.com–>
(msh/msh)

Posted by: hernowo | November 4, 2007

2007, Timbunan Sampah Jakarta Maksimal 6.000 Ton/Hari


2007, Timbunan Sampah Jakarta Maksimal 6.000 Ton/Hari

Sumber : Kompas
Sabtu, 16 Desember 2006
Pemerintah Provinsi Jakarta serius mereduksi permasalahan terkait banyaknya timbunan sampah pada tahun 2007. Mulai awal tahun depan, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Rama Budi mengatakan pemprov akan menargetkan timbunan sampah maksimal 6.000 ton per hari.

“Kami akan serius mengkampanyekan pengurangan volume pembuangan sampah rumah tangga ke setiap penjuru DKI. Juga diimbangi kelengkapan sarana dan prasarana pembuangan serta pengolahan sampah. Termasuk menggalakkan gerakan reduce, reuse, dan recycle,” kata Rama Budi, Sabtu (16/12).

Rama Budi menegaskan hal itu di depan sebagian masyarakat Jakarta yang sedang berkumpul dalam acara Aksi Bersih Untuk Hijau – Gudang Solusi Masalah Lingkungan. Program bersama antara Kompas dan Unilever. Aksi ini berlangsung selama 2 hari, yaitu Sabtu – Minggu (16 – 17/12) di Kridaloka, Senayan, Jakarta Pusat.

Selama dua hari, masyarakat diajak menggali informasi serta berlatih mengelola sampah yang ramah lingkungan. Dalam acara ini, disuguhkan workshop pengolahan sampah organik menjadi kompos dan mengubah sampah an organik menjadi barang kerajinan bernilai jual.

Posted by: hernowo | November 4, 2007

Ketika Sampah Banyuurip Menjadi ”Air Kehidupan”


Jumat, 26 Okt 2007
Ketika Sampah Banyuurip Menjadi ”Air Kehidupan”
Dimanfaatkan Mengais Tambahan Uang Jajan
Sebagian orang menganggap sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna sehingga harus dibuang. Namun, tidak bagi orang-orang yang telah menggantungkan hidup dari barang-barang buangan itu.

OLEH JOKO SUROSO, Magelang

TUMPUKAN sampah yang menggunung di tempat penampungan akhir (TPA) Banyuurip, Tegalrejo, Magelang, bisa menjadi sumber penghidupan bagi tak kurang dari 150 pemulung. Menjelang siang, sejumlah pemulung, laki-laki maupun perempuan sedang mengais rezeki dari tumpukan sampah yang baru saja diturunkan dari truk sampah milik Pemkot Magelang.

Sesekali beberapa di antaranya terlihat mengusap keringat yang mulai membasahi mukanya. Penutup kepala yang mereka pakai tak mampu mengalahkan sinar matahari yang cukup menyengat.

Dengan telaten mereka membalik-balik tumpukan sampah. Satu persatu tangan mereka memungut dan mengumpulkan barang-barang yang dianggapnya berharga. Plastik, kertas, botol, tulang, kaleng, besi serta yang lainnya bisa mendatangkan uang.

Di sudut lain, TPA seluas 6,8 hektare sejumlah pemulung terlihat menata dan memilih-milih barang-barang yang dikumpulkan sejak pagi di ’kios-kios’ darurat yang dibuat sekitar kawasan itu. Beberapa pemulung lain terlihat sedang istirahat sambil penunggu pengepul yang biasa membeli barang-barang itu datang.

Bulan puasa bukan menjadi halangan mereka untuk tetap mengais rezeki dari sampah-sampah yang telah dibuang oleh pemilinya. Setiap hari mereka selalu yakin bakal mendapatan sampah-sampah yang bisa dikumpulkan dan dijual untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ny. Parmi, 55, salah seorang pemulung mengatakan dalam sehari mampu mengumpulkan sampah-sampah yang laku dijual seperti kertas, botol, kaleng dan plastik. Barang rongsokan itu dijual dengan harga bervariasi. Misalnya, kertas bisa laku Rp 400/kg, botol air mineral Rp 1000/kg serta keleng Rp 700/kg.

Perempuan yang tinggal tak jauh dari TPA itu tidak berani memastikan nominal pendapat yang bisa didapat setiap hari. Sebab, pekerjaam yang ditekuni sejak belasan tahun lalu itu hanya bersifat sambilan.

“Namun itu juga tidak mesti mas. Sebab, sampah yang dibuang ke sini, hasil dari pengambilan depo sampah di Kota Magelang. Jadi hanya sisa-sisa saja karena sebagian telah diambil oleh pemulung lain,” katanya.

Sebagian besar pemulung yang mengais rezeki di TPA Banyuurip adalah ibu rumah tangga. Mereka tinggal tak jauh dari lokasi pembuangan sampah yang disewa oleh Pemkot Magelang itu. Pekerjaan itu hanya bersifat sambilan untuk mengisi waktu luang usai menyelesaikan pekerjaan rumah. “Memang pekerjaan ini terasa kumuh. Tapi, dari pada harus duduk-duduk di rumah tanpa menghasilkan uang, lebih baik melakoni pekerjaan ini. Yang penting halal dan tidak mengambil barang orang lain,” paparnya.

Ny.Timah, 50, pemulung yang lain menimpali penghasilan yang diperoleh dari mengais sampah itu tidaklah seberapa. Tapi setidaknya dapat membantu suaminya yang berprofesi sebagai tukang batu. “Lumayan, dapat untuk jajan anak-anak di sekolah,” ujarnya tanpa merinci jumlah nominalnya.

Untuk mengumpulkan sampah yang laku dijual, mereka membuat lapak-lapak dengan penyekat kain spanduk bekas. Lapal-lapak yang dibuat di sekitar TPA itu untuk memudahkan pengepul mengambil barang-barang yang akan dibeli. Masing-masing penampungan sudah ada pemilik berikut pengepul yang akan membeli barang-barang rongsok itu.

“Kalau sudah terkumpul, biasanya pengepul mendatangi lapak-lapak itu, menimbang kemudian membayar sesuai harga yang disepakati,” terang Ny. Parmi.

Tanpa disadari, yang dilakukan oleh para pemulung itu justru memperpanjang usia TPA Banyuurip yang diperkirakan hanya tinggal 2 tahun lagi. Lahan TPA seluas 6,8 hektar itu sudah dipenuhi gunungan sampah. Tinggal lahan seluas 0,5 hektar yang masih bisa dimanfaatkan untuk menampung sampah.

Volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat di Kota Magelang tergolong tinggi. Setiap hari, sekitar 350-400 m3 sampah yang dikumpulkan dari masyarakat dibuang ke TPA tersebut. Bila tidak segera diantisipasi, dua tahun lagi TPA di Banyuurip akan penuh dan tak lagi mampu menampung sampah dari masyarakat. “Memang pemulung bisa memperpanjang usia TPA, tapi tetap perlu tindakan kongkret untuk mengelola gunungan sampah itu,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang Sudijono.

Untuk mengurangi beban volume sampah yang terus bertambah, pihaknya menggandeng pihak ketiga untuk memanfaatkan timbunan sampah itu menjadi kompos atau batako. Selain itu, juga telah dirintis kerjasama dengan Universitas Tidar Magelang, dalam pembuatan kompos. “Ini (kerja sama), sifatnya sangat mendesak, karena dari enam penampungan sampah kini tinggal satu, yang berukuran 60 x 30 meter dan kedalaman 7 meter. Diperkirakan dua tahun lagi sudah penuh,” imbuhnya.

Tampaknya, sesuai namanya, lokasi Banyuurip ini bisa menjadi “air kehidupan” bagi para ibu rumah tangga di sekitarnya. Sebuah simbiose mutualisme.***

©Copyright 2006, Indo Pos Online colo’CBN.

Posted by: hernowo | August 16, 2007

Fauzi Menang Di Kandang Sendiri

Fauzi Menang Di Kandang Sendiri

Rabu, 08 Agustus 2007 | 15:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Calon Gubernur Fauzi Bowo menang telak di Tempat Pemungutan Suara 01 Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/8) tempat dia memilih. Suaranya hampir 5 kali lipat dari pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar.
Di kandang Fauzi itu, Adang hanya mendapat 42 suara. “Bang Kumis (Fauzi Bowo) dan Prijanto 197 suara,” kata Ketua Panitia Pemungutan Suara TPS 01 Gondangdia, Ny Suhadi. Sementara sebanyak 5 suara tidak sah.
Sekitar 30-an pendukung Fauzi bersorak tiap panitia menyebutkan pasangan calon nomor 2 itu disebut. “Ayo kumis, terus,” pekik mereka.
Dari 418 nama yang tercantum di Daftar Pemilih Tetap TPS 01 Gondangdia, terdapat 244 orang yang datang mencoblos. Delapan diantaranya wartawan yang meliput sehingga tidak dapat mencoblos di rumah mereka masing-masing.Reza Maulana

Posted by: hernowo | August 16, 2007

Kompos, Jalan keluar Problem Sampah Jakarta

Kompos, Jalan keluar Problem Sampah Jakarta

Rabu, 24 November 2004 | 14:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta::

Sampah rumah tangga, menyumbang tidak sedikit dari sekitar 6000 ton total produksi sampah per hari di Ibu Kota Jakarta. Jika setiap rumah mampu mengelola sampahnya dengan baik, akan membantu mengatasi problem sampah di Jakarta. Caranya dengan mengubah sampah organik tersebut menjadi kompos.
Hal ini dikatakan Peneliti dan ahli lingkungan Badan Pengkajian dan Pengembangan Tekhnologi (BPPT) Henky Sutanto. Menurut Hengky sebenarnya sampah rumah tangga bisa diubah menjadi kompos yang berguna untuk tumbuh-tumbuhan di pekarangan rumah sendiri.
Sampah basah (organik) bekas makanan-atau minuman sehari-hari dipisahkan dari sampah kering (anorganik) seperti kaleng, plastik, kertas. Sampah basah itu kemudian ditumpuk dalam sebuah lubang kecil di pekarangan rumah. Dalam jangka waktu tertentu bagian paling bawah dalam tumpukan tersebut bisa diangkat dan ditebarkan ke tanaman sebagai pupuk kompos.
Pengolahan sampah menjadi kompos, yang bisa dimanfaatkan memperbaiki struktur tanah, meningkatkan permeabilitas tanah, dan dapat mengurangi ketergantungan pada pemakaian pupuk mineral (anorganik) seperti urea. Selain mahal, urea juga dikhawatirkan menambah tingkat polusi tanah.
Ada juga cara lain untuk mengurangi volume sampah. Dengan cara dibakar. Tetapi pembakaran sampah menghasilkan dioksin, yaitu ratusan jenis senyawa kimia berbahaya seperti CDD (chlorinated dibenzo-p-dioxin), CDF (chlorinated dibenzo furan), atau PCB (poly chlorinated biphenyl).
Bagaimana jika rumah dengan pekarangan yang sempit? Seperti di komplek-komplek perumahan. Menurut Henky hal serupa bisa juga dilakukan dalam lingkungan kompleks. Sampah dari masing-masing rumah dikumpulkan dalam satu lokasi di dalam kompleks, yang dikhususkan menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Sampah kering dan sampah basah dipisahkan. Sampah basah kemudian di tumpuk. Dalam jangka waktu dua bulan, akan menjadi kompos. Kompos itu, bisa dibagikan ke setiap rumah yang membutuhkan pengganti pupuk untuk tanaman. Dengan begitu, persoalan samapah di lingkungan sekitar bisa teratasi secara kolektif.

Fitri Oktarini-Tempo

Posted by: hernowo | August 14, 2007

Pengertian Sampah


Pengertian Sampah

Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis.

Sumber-sumber sampah

  • 1. Rumah Tangga
  • 2. Pertanian
  • 3. Perkantoran
  • 4. Perusahaan
  • 5. Rumah Sakit
  • 6. Pasar dll.

Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :

  • 1. Sampah Anorganik/kering
    Contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dll yang tidak dapat mengalami pembususkan secara alami.
  • 2. Sampah organik/basah
    Contoh : Sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah dll yang dapat mengalami pembusukan secara alami.
  • 3. Sampah berbahaya
    contoh : Baterei, botol racun nyamuk, jarum suntik bekas dll
  • Permasalahan Sampah::

    Secara umum pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat kesehatan lingkungan akan dapat mengakibatkan :

  • 1. Tempat berkembang dan sarang dari serangga dan tikus
  • 2. Menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan udara
  • 3. Menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan.
  • Tata cara Pemusnahan sampah

    Beberapa cara pemusnahan sampah yang dapat dilakukan secara sederhana sebagai berikut :

  • a. Penumpukan.
    Dengan metode ini, sebenarnya sampah tidak dimusnahkan secara langsung, namun dibiarkan membusuk menjadi bahan organik. Metode penumpukan bersifat murah, sederhana, tetapi menimbulkan resiko karena berjnagkitnya penyakit menular, menyebabkan pencemaran, terutama bau, kotoran dan sumber penyakit dana badan-badan air.
  • b. Pengkomposan.
    Cara pengkomposan meerupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk yang mempunyai nilai ekonomi.
  • c. Pembakaran.
    Metode ini dapat dilakuakn hanya untuk sampah yang dapat dibakar habis. Harus diusahakan jauh dari pemukiman untuk menhindari pencemarn asap, bau dan kebakaran.
  • d. “Sanitary Landfill”.
    Metode ini hampir sama dengan pemupukan, tetapi cekungan yang telah penuh terisi sampah ditutupi tanah, namun cara ini memerlukan areal khusus yang sangat luas.

    • 1. Sampah basah : Kompos dan makanan ternak
    • 2. Sampah kering : Dipakai kembali dan daur ulang
    • 3. Sampah kertas : Daur Ulang
    • 1. Botol Bekas wadah kecap, saos, sirup, creamer dll baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal.
    • 2. Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus kecualai kertas yang berlapis minyak.
    • 3. Aluminium bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue dll.
    • 4. Besi bekas rangka meja, besi rangka beton dll
    • 5. Plastik bekas wadah shampoo, air mineral, jerigen, ember dll
    • 6. Sampah basah dapat diolah menjadi kompos.
  • Pemanfaatan Sampah:

    Daur ulang
    Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan , pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai.

    Material yang dapat didaur ulang :

    Manfaat pengelolaan sampah

  • 1. Mengehemat sumber daya alam
  • 2. Mengehemat Energi
  • 3. Menguranagi uang belanja
  • 4. Menghemat lahan TPA
  • 5. Lingkungan asri (bersih,sehat,nyaman)
  • NO JENIS BARANG LAPAK HARGA/KG
    1 Gelas Aqua 1600
    2 Kaleng Oli 1500
    3 Ember biasa 1100
    4 Keras (kaset, yakult, botol kecap) 150
    5 Ember hitam (anti pecah) 800
    6 Botol Aqua 700
    7 Putian (botol bayclin, infus) 1600
    8 Kardus 500
    9 Kertas Putih 700
    10 Majalah 350
    11 Koran 500
    12 Duplek (kardus tipis) 150
    13 Semen 400
    14 Besi Beton 700
    15 Besi super 450
    16 Besi pipa 250
    17 Tembaga super 8000
    18 Tembaga bakar 7000
    19 Aluminium tebal 6000
    20 Aluminium tipis 4000
    21 Botol air besar 400
    22 Botol bir kecil, sprite, fanta 200
    Sumber koperasi pemulung 2003

    sumber : panduan ibu pada http://www.jala-sampah.or.id/

Posted by: hernowo | August 14, 2007

Pilkada Jakarta Dinilai Berkualitas

Pilkada Jakarta Dinilai Berkualitas

Rabu, 08 Agustus 2007 | 21:18 WIB

>TEMPO Interaktif, Jakarta:
Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) menilai pemilihan kepala daerah DKI Jakarta berjalan baik dan berkualitas. “Tingkat partisipasi pemilih sudah tinggi,” kata Kordinator Nasional JPPR Jeirry Sumampouw kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (8/8).
Dari seratus relawan yang disebar ke seratus tempat pemungutan suara (TPS), JPPR menyimpulkan angka partisipasi warga mencapai 70 persen, sisanya bersikap untuk tidak memilih. Angka ini, menurut Jeirry, sudah sangat tinggi bila dibandingkan pemilihan yang dilakukan daerah lain, yang tingkat partisipasinya hanya sekitar 60 persen.
Menurutnya, hal ini mementahkan logika yang menyebut Jakarta akan tinggi angka golongan putihnya karena pemilihnya sudah kritis. “Di Jakarta, justru semakin kritis, semakin tinggi partisipasi warganya,” katanya.
Pelanggaran yang ditemukan pun tidak ada yang menonjol. “Tidak ada pelanggaran yang sampai membatalkan hasil pemilihan,” ujarnya. Pelanggaran yang ditemukan hanya bersifat administratif.
Pelanggaran itu antara lain seperti daftar pemilih yang tidak ditempel, tidak disediakannya bilik khusus penyandang cacat, dan ketidakpahaman petugas Panitia Pemungutan Suara bahwa pemantau, wartawan dan petugas khusus lain boleh mencoblos di tempat mereka bertugas. “Relawan kami ada yang tidak diizinkan mencoblos,” katanya.
Relawan JPPR juga menemukan ada dugaan praktek politik uang di TPS 10 Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Ada seseorang yang membagikan uang Rp. 200 ribu kepada sepuluh orang di sekitar TPS. Namun, Jeirry mengaku sulit membuktikan pelanggaran itu, karena tidak ada pelaku yang tertangkap tangan melakukan itu. Mustafa Silalahi

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.