ANDAI AKU PEMILIK GEDUNG DPR
Dari siaran Metrotv tadi malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyno akhirnya angkat bicara soal rencana pembangunan gedung baru DPR, Kamis (7/4). Presiden meminta agar mega proyek tersebut ditinjau ulang agar sejalan dengan semangat efisiensi dan optimasi anggaran yang dicanangkan pemerintah.
“Saya menginstruksikan, setelah dilakukan pengecekan rencana pembangunan gedung dan fasilitas yang tidak memenuhi ketentuan yang dikeluarkan, bahkan dalam bahasa saya tidak memenuhi standar kepatutan agar ditunda dulu, untuk dilakukan revisi penyesuaian. Bahkan barangkali kalau memang tidak sangat diperlukan bisa ditunda dan dibatalkan,” kata SBY. (**)
Itu juga yang saya dengar sendiri dari berbagai siaran televisi. Ditengah penolakan masyarakat luas, DPR masih ngotot juga tanpa melirik dan mendengar kemiskinan masyarakat yang luas.
Menurut Okezone,- Biaya sebesar 10,471 milar yang dikeluarkan Sekretariat Jenderal DPR untuk membangun gedung DPR dinilai terlalu mahal. Sebab biaya tersebut hanya digunakan untuk membayar manajemen konstruksi sebesar 864 juta dan konsultan perencanaan senilai 9,6 miliar.
“Terlalu mahal itu dan menurut saya kalau mau dihentikan yang 10 miliar itu tidak terbuang begitu sia-sia. Masih ada waktu karena yang dipermasalahkan kan termasuk masalah transparansinya,” kata Koordinator Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi kepada okezone, Rabu (30/3/2011) malam.
Menurut Uchok, pembangunan gedung baru DPR sejak awal sudah mengundang kontroversi karena prosesnya tertutup. Bahkan desain gedung pun dibuat terutup tanpa melibatkan Ikatan Arsitek Indonesia. Padahal, kata Uchok, sangat penting melibatkan Ikatan Arsitek dalam satu sayembara terbuka agar seluruh masyarakat merasa dilibatkan dan memiliki gedung baru tersebut.
“Ini kan yang sekarang tahu-tahu sudah ada desainnya, prosesnya sudah jalan dan kalau tak kita kritisi terus mungkin tendernya juga akan berlangsung tertutup,” katanya.
Selain itu, kata Uchok, pembangunan gedung baru mestinya tidak dibiayai hanya dalam setahun. Dalam surat rekomendasi anggota DPR periode 2004-2009, kata dia, sebenarnya sudah dicantumkan agar pembiayaan bisa dilakukan beberapa tahun agar tidak sekaligus menyedot kas negara.
Gedung baru DPR direncakan seluas 157.586 meter persegi dengan biaya pembangunan mencapai 1,138 triliun.
Coba jika saya pemilik gedung, maka dengan dana 5 juta/M2 s/d 10juta/M2 saya yaqin gedungnya akan berdiri megah.
Andai saya orang kaya dan emilik gedung, maka akan saya bangun gedung mewah seluas 70,000 M2 untuk 1000 anggota dewan dan 4000 staff ahlinya dengan danaRp. 272,000,000,000 dengan rincian Rp. 240,000,000,000 untuk biaya bangunan dan Rp. 32,000,000,000 untuk furnitura yang sangat mencukupi untuk 1000 anggota dan 4000 staff ahli. Rinciannya adalah sbb :
| Perkiraan anggaran (Jika saya sebagai pemilik gedung) | |||
| LUAS Bangunan (Gedung) | AREA(M2) | JML Ruang | TOTAL(M2) |
| Ruang anggota Dewan @ 40 M2 | 30 | 1,000 | 30,000 |
| Ruang Staff Ahli 40M2 untuk 4 orang | 40 | 1,000 | 40,000 |
| JUMLAH LUAS RUANG | 70,000 | ||
| PERHITUNGAN BIAYA KASAR : | LUAS(m2) | Harga Satuan | total |
| Ruang anggota Dewan @ 40 M2 | 30,000 | 4,000,000 | 120,000,000,000 |
| Ruang Staff Ahli 40M2 untuk 4 orang | 40,000 | 3,000,000 | 120,000,000,000 |
| total biaya | 70,000 | 240,000,000,000 | |
| FURNITURA : | Hrg Satuan | jml ruang | Total (Rp.) |
| 1. Ruang anggota Dewan @ 40 M2 | |||
| Meja-Kursi Kerja | 6,000,000 | 1,000 | 6,000,000,000 |
| Meja/Kursi Tamu | 8,000,000 | 1,000 | 8,000,000,000 |
| 2. Ruang Staff Ahli 40M2 untuk 4 orang | |||
| Meja-Kursi Kerja | 8,000,000 | 1,000 | 8,000,000,000 |
| 3. Rak Buku dan Arsip | 10,000,000 | 1,000 | 10,000,000,000 |
| TOTAL | 32,000,000,000 | ||
| REKAP : | |||
| Biaya Gedung | 240,000,000,000 | ||
| Furnitura | 32,000,000,000 | ||
| grand total | 272,000,000,000 | ||



Recent Comments