Jakarta Kita › Edit — WordPress
Posted in PILKADA | Tags: Add new tag, Calreg
Caleg : Ir. H. Windu hernowo,MM-Wakil Ketua Lembaga Swadaya masyarakat – HPS (Himpunan Peduli Stroke)
Sumber :http://hpstroke.wordpress.com/
Wakil Ketua Lembaga Swadaya masyarakat – HPS (Himpunan Peduli Stroke), salah satu LSM yang bergerak dalam perjuangan untuk membantu IPS (Insan Pasca Stroke) di Indonesia, Ir. H Windu Hernowo, Dipl.Eng, MM akan mempertajam perjuangannya melalui Dewan Legislative Daerah Khusus Ibukota Jakarta sesuai Daftar Calon Tetap yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pemilu 2009.
Ir. H. Windu Hernowo, MM diusung oleh Partai Batahari Bangsa-PMB. Kedekatan Windu Hernowo pada Partai berlambang Matahari ini tidak terlepas dari pengaruh positif kakek dan neneknya sebagai tokoh Muhammadiah di desa kecil yang islami “Tamanan” di kabupaten Tulungagung,Jawa-Timur. Menjawab pertanyaan atas ketertarikannya terhadap PMB, H. Windu Hernowo yang yang berangkat haji sebagai salah satu ketua rombongan kloter IX tahun 1996 dari daerah Rantau, kabupaten Aceh Timur ini mengatakan bahwa ia sudah langsung merasa “cocok,pas dan sreg” begitu membaca VISI dan MISI PMB yang terdapat didalam buku saku yang diterimanya saat mendaftar sebagai anggota dulu. Selain itu juga mengatakan kalau kantor Pimpinan Daerah Jakarta Selatan berada di dekat kompleks rumahnya
Selain kesibukannya sebagai Wakil Ketua LSM-HPS, Ayah 2 anak dari Windiarti B Lestari, (kuliah di Fak. Kedokteran Unair-Surabaya) dan Febryansyah Djaturachman (kuliah di Fak Elektro ITB) ini juga aktif sebagai ketua Klub Stroke Rumah Sakit Pusat Pertamina yang berlokasi di jl.Kyai Maja-Kebayoran Baru.
Mantan manager QHSE (Quality,Health, Safety and Environment) yang pensiun dini tahun 2003 ini juga aktif di berbagai kelompok diskusi (terutama tentang Energy dan BBM), dan masih menulis di media secara sukarela.
Diharapkan bila terpilih dalam PEMILU 2009 nanti, Windu Hernowo akan menjadikan dirinya sebagai teman dan sahsabat yang akan membawa aspirasi dan kepentingan konstituennya.
Dengan bekal pendidikan formal dan pengalaman kerja di berbagai explorasi dan eksploitasi migas serta di bidang2 keuangan tentu sangatlah mendukung kemampuannya dalam memperjuangkan masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik.
Disamping itu dengan kesederhanaan pak haji (begitu saya biasa menyebut), dan kemampuan duduk ditengah orang-2 yang berseberangan, akan membawanya ke sosok yang lebih berguna bagi banyak kelompok, disbanding perjuangannya pada kelompok LSM peduli Stroke saja.
Selamat bekerja psak haji, semoga sukses.
Fastabiqul khairat, wallahu musta’al
Dibawah ini sekilas perjalanan hidupnya yang tertuang pada cv nya :
CURRICULUM VITAE
1. Nama : IR.H. WINDU HERNOWO, MM
2. Tempat dan Tanggal : Malang, 02 Oktober 1958
Lahir / Umur / 50 tahun
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Agama : Islam
5. Status : Kawin
a. Nama Isteri : Hj. Budira
b. Jumlah Anak 2 (dua )
6. Alamat Tempat Tinggal : Jalan Shangrila I No 34, Petukangan
Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan
7. Riwayat Pendidikan : :
a. Tahun 1966 – 1967 SDN (Kelas 1-2) di Kota Malang
b. Tahun 1968 – 1969 SDN (kelas 3) Tulung Agung,
c. Tahun 1969 – 1971 SD Katholik Saint Albertus (kelas 4-6)- Dampit, Malang
d. Tahun 1971 – 1974 SMP PGRI – Dampit, Malang
f. Tahun 1974 – 1977 STM Pembangunan 4 tahun, Surabaya
g. Tahun 1977 – 1982 Lulus Dipl. Eng. Teknik Mesin,Pendidikan Ahli Teknik ITS , Surabaya
h. Tahun 1993-1996 Lulus Ir S-1,Teknik manajemen Industri, Universitas Medan Area, Medan Sumatera Utara
i. Tahun 1996 – 1999 Lulus MM S2, Manajemen Keuangan Internasional, STIE-LABORA , Jakarta
8. kursus/Diklat/Seminar yang Pernah diikuti :
a. Januari – Maret 1983 Basic Oilfield Training-Dowell Training Center,Sharjah,Dubai – Abu Dhabi-United Arab Emirate.
b. Oktober 1983 STEP 2 Well-Cementing, Jakarta-Indonesia
c. Februari 1984 STEP 3 Well-Testing and Diagnosis (DST), Balikpapan.
d. April 1984 Radio Active School – BATAN , Jakarta- Indonesia
e. Juli – 1984 Fire and Safety Courses, Sungai Gerong- Indonesia
f. Maret – 1985 Technical 2 Well Cementing Training, Jakarta- Indonesia
g. Januari-1986 Portable Automatic Cementing Recorder Specialist Training, Singapore
h. Februari-1986 Technical 2 Well Stimulation School, Jakarta- Indonesia
i. Oktober-1986 Well Diagnosis and Job Design School, Singapore.
j. April-1989 MicroVAX Baseline School, Singapore
k. Maret-1990 ASM Acidizing School, Singapore
l. Juli-1990 Advance Laboratory Control School, St Etienne- France
m. Agustus-1990 IPA Cementing Technology, Jakarta- Indonesia
n. Nopember-1990 Coiled Tubing ASM School UTC,Bottesford- United Kingdom
o. Januari 1991 Stimulation School in Singapore
p. Oktobert 1992 Personnel Management School, Paris- France.
q. Maret 1993 Nodal Analysis School, Jakarta- Indonesia
r. Juli 1994 Financial Management School, Paris- France.
s. Juni 1995 Advanced Service Module for Managers , London-UK
t. Agustus 1998 “DNV” Modern Safety Management, Bandung
u. Sept 1998 SAP3-Basis School in Logistic Control Managent, Houston – USA
v. Agustus 1999 “DNV” Accredited Safety Auditor – Bandung
w. Juli-1999 SAP3-Basis School in Personnel Controls, Sugarland-USA
x. Juli 2000 QAS: AS 4801 OHS Systems Auditor Training – Sidney, Australia
9. Riwayat Organisasi :
a. Tahun 1969 – 1971 Pramuka Siaga di Dampit,Malang
b. Tahun 1972 – 1974 Pramuka Penggalang di Dampit,Malang
c. Tahun 1974 – 1977 Pramuka Penegak di Surabaya
d. Tahun 1974 – 1975 Ketua Palang merah Remaja, di Surabaya
e. Tahun 1976 – 1982 Komandan Korps Sukarela, di Surabaya
f. Tahun 1977 – 1982 Komandan Batalion B, MENWA ITS
g. Tahun 1976 – 1982 Ketua Karang Taruna, Kupang Krajan-Surabaya
h. Tahun 2003 – Sekarang Ketua Klub Stroke RSPP
i. Tahun 2005 – Sekarang Yastroki (Yayasan Stroke Indonesia) Cabang Jakarta
j. Tahun 2008 – Sekarang Wk ketua Himpunan Peduli Stroke di Indonesia
10.Riwayat Pekerjaan :
1982 Service Engineer Trainee (Dowell Schlumberger Inc.), Jakarta
1983 Promosi ke SE-1(grade 7), di lapangan Prabumulih
1984 In-charge untuk Cementing Services di Seluruh Lapangan Pendopo.
1985 Promosi ke SE-2 (Grade-8), Incharge untuk Well Testing Services
1986 Promosi ke FTE1(Grade-9), Transfer sbg Field Technical Engineer untuk Well Cementing di lapangan Tugu, Cenara dsb (Cirebon).
1989 Promosi ke FTE-2(Grade-10), Transfer ke Balikpapan sbg District Technical Engineer untuk Stimulation (Acidizing and Fracturing Ops)
11990 Promosi ke FTE-3(Grade-11), Transfer ke Rantau,Aceh Timur sbg Dowell District Technical Engineer untuk N2 and Coiled Tubing Operations
11991 Promosi ke FSM(Grade-12), sbg Dowell Field Service Manager untuk Pertamina Unit I-North Operasional Sumatera bagian Utara
11996 Promosi ke grade 13, sbg Dowell Indonesia’s Assets Manager
11998 LateralTransfer(grd 13) ke Cirebon sbg Bussiness Development Manager
11999 Promosi ke grade 14, transfer sbg Schlumberger’s Indonesia as Health, Safety and Environment manager untuk Indonesia.
• Management System’s Audit Team member untuk all Asia and Australia operations under Schlumberger’s Corporate.
• Management System’s Audit Team Leader untuk seluruh operasi group Schlumberger (Anadrill Drilling, Dowell, GeoQuest, Geco Prakla, Camco, WL-Testing) .
2000 Terserang Stroke
2001 Transfer sbg Schlumberger collocated Project Manager
2003 Pensiun dini untuk recovery Stroke
Posted in Uncategorized
MENGHITUNG-HITUNG HARGA BBM
MENGHITUNG-HITUNG HARGA BBM,
Ala POMINA Negeri Mimpi
Oleh Ir. H. Windu Hernowo, Dipl.Eng, MM – Kader PMB Jakarta Selatan
1. PENDAHULUAN
Dalam beberapa bulan terakhir ini harga bbm mengalami kenaikan yang luar biasa. Konon kenaikan harga ini selalu dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak bumi yang besar. Kenaikan harga ini tentu berakibat negatif terhadap perekonomian Indonesia.Disatu sisi, kenaikan harga minyak akan mendorongpencarian sumber-sumber baru, namun dissi ain kegiatan tersebut tidak akan memecahkan persoalan dalam waktu dekat, karena kegiatan eksplorasi memerlukan waktu yang cukup lama sebelum dapat dieksploitasi.
Pasal 33 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia pasal 33 berbunyi sebagai berikut :
(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.
(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai hajat hudup orang banyak dikuasai oleh Negara
(3) Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalammya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Sedangkan pasal 9 Undang-Undang No.30 Tahun 2007 Energi Tingkat Kandungan Dalam Negeri berbunyi :
(1) Tingkat kandungan dalam negeri, baik barang maupun jasa, wajib dimaksimalkan dalam pengusahaan energi.
(2) Pemerintah wajib mendorong kemampuan penyediaan barang dan jasa dalam negeri guna menunjang industri energi yang mandiri, efisien, dan kompetitif.
Menyimak pasal-pasal Undang-Undang diatas bisa diambil kesimpulan bahwa pengusahaan migas yang terkandung di dalam tanah dan laut Indonesia dikuasai oleh Negara dan semata-mata hanya dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Surat Keputusan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) No: Kpts 766/F00000/2007-S0 tentang Harga Jual Keekonomian Bahan Bakar Minyak Pertamina tanggal 29 November 2007, menetapkan bahwa terhitung mulai tanggal 1 Desember 2007 pukul 00.00 WIB, harga BBM Non Subsidi untuk pelanggan selain sektor rumah tangga, usaha kecil, transportasi dan pelayanan umum serta harga untuk bunker internasional, seperti berikut ini:
HARGA JUAL KEEKONOMIAN BBM PERTAMINA MULAI 1 DESEMBER 2007 :
| Jenis BBM | Harga Eceran | Harga Non Subsidi | |||||
| Wilayah 1 | Wilayah 2 | Wilayah 3 | |||||
| (Rp/Lt) | (USC/Lt) | (Rp/Lt) | (USC/Lt) | (Rp/Ltr) | (USC/Lt) | ||
| Premium | 4.500 a) | 7,450.85 | 90.28 | 7,737.20 | 83.36 | 7,901.65 | 85.13 |
| M. Tanah | 2.000 a) | 8,347.90 | 89.95 | 8,529.40 | 91.91 | 8,710.90 | 93.85 |
| M. Solar | 4.300 a) | 8,300.70 | 89.44 | 8,544.50 | 9,207.00 | 8,726.20 | 94.03 |
| 7,939.80 | 85.55 | 8,173.00 | 88.07 | 8,346.80 | 89.94 | ||
| M. Diesel | - | 7,700.00 | 82.96 | 7,944.20 | 85.60 | 8,113.60 | 87.42 |
| M. Bakar | - | 5,750.80 | 61.96 | 5,893.80 | 63.51 | 6,019.20 | 64.86 |
Sumber:http://www.pertamina.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3407&Itemid=33
Hal ini cukup bisa dimengerti oleh masyarakat umum di Indonesia, karena harga minyak mentah yang menjulang akhir-akhir ini. Sehingga pemerintah perlu melakukan penyesuaian harga dan subsidi menjadi harga yang sekarang ini kita nikmati bersama dari SPBU diseluruh Indonesia. Namun adakah kemungkinan pengelolaan manajemen harga minyak ini menjadi lebih baik, sedangkan resource yang ada sangat terbatas.
Ada baiknya kita menyimak dan mempelajari bagaimana POMINAS (Perusahaan Oplos Minyak Nasional) di negeri mimpi memprioritaskan BBM untuk rakyat kecil berikut :
2.KONSEP HARGA BBM POMINAS :
POMINAS (Perusahaan Oplos Minyak Nasional) di negeri mimpi selalu menyederhanakan masalah dengan menganalogikan Negara dan Rakyat sebagai hubungan ibu dan anak dimana Negara sebagai ibu dan masyarakat sebagai anak dalam suatu rumah tangga, saya akan selalu berfikir bahwa bila seorang ibu yang membuat dan menjual pisang, tidaklah mungkin ibu akan memberikan pisang goreng ke anak-2nya sendiri dengan harga jual yang diperuntukkan bagi orang lain (non-keluarga).Artinya bila si ibu membeli pisang mentah seharga Rp. 350.- dan menjual pisang goreng kepada orang lain dengan membebankan biaya produksi dan keuntungan semisal Rp.150.-. Sudah barang tentu si ibu akan menjual pisang goreng seharga Rp. 500,-per buah. Walaupun demikian, si Ibu tidak akan menghitung harga pisang untuk anaknya senilai Rp. 500.-, namun tetap Rp.350.- saja karena minyakgoreng, yang digunakan adalah minyak sisa (jelantah-jw) yang tertinggal di wajan penggorengan yang sudah diperhitungkan harganya didalam harga jual pisangnya ke orang lain. Tenaga yang tercurah untuk membuat pisang goreng tidak dihitung lagi karena tidaklah lazim seorang ibu minta bayaran pada anak2nya untuk segala yang dikerjakannya.
Analog dengan masalah yang ada diatas, kita anggap saja minyak mentah produksi dalam negeri (sebanyak 75% kebutuhan dalam negeri) sebagai pisangnya dan minyak mentah impor (25% kebutuhan Dalam negeri) sebagai minyak goreng yang harus dibeli, maka POMINAS akan mencampur minyak produksi dalam negeri sendiri (75%) dengan biaya produksi US$ 9.26/bbl. dan minyak Impor (25%)dengan harga impor semisal US$. 140.00 sehingga terjadi mixed Crude Oil price (harga Minyak Mentah Oplosan) senilai US$ 41.95 atau sekitar 0.299607143 dari harga minyak impor.
Bila 1 Barrel = 158.97 liter dibulatkan = 159 liter, maka harga Mixed Crude Oil
per liternya adalah=USD 0.263836478. Kemudian pertanyaannya adalah berapa biaya refinery, transportasi dan distribusi nya untuk membentuk Harga jual yang wajar bagi rakyat ?.
Angka perbandingan Harga Minyak Mentah Internasiona terhadap harga Oplos 0.299607143 ini adalah faktor pengali yang digunakan sebagai dasar untuk menghitung seluruh harga (terlepas dari biaya transpotasi dan distribusinya), dengan asumsi emua harga BBM dihitung dari Harga Impor Crude Oil.
Bila faktor ini kita kalikan dengan masing-masing harga eceran, maka akan didapat harga Non Subsidi Pominas sebagai berikut :
| Jenis BBM | Harga Eceran | Perkiraan Harga Non Subsidi POMINAS | |||||
| Wilayah 1 | Wilayah 2 | Wilayah 3 | |||||
| (Rp/Lt) | (USC/Lt) | (Rp/Lt) | (USC/Lt) | (Rp/Ltr) | (USC/Lt) | ||
| Premium | 1,348.23 | 2,232.33 | 27.05 | 2,318.12 | 24.98 | 2,367.39 | 25.51 |
| M. Tanah | 599.21 | 2,501.09 | 26.95 | 2,555.47 | 27.54 | 2,609.85 | 28.12 |
| M. Solar | 1,288.31 | 2,486.95 | 26.80 | 2,559.99 | 2,758.48 | 2,614.43 | 28.17 |
| 2,378.82 | 25.63 | 2,448.69 | 26.39 | 2,500.76 | 26.95 | ||
| M. Diesel | - | 2,306.98 | 24.86 | 2,380.14 | 25.65 | 2,430.89 | 26.19 |
| M. Bakar | - | 1,722.98 | 18.56 | 1,765.82 | 19.03 | 1,803.40 | 19.43 |
3. KESATUAN UMAT DAN KEMAKMURAN BANGSA
Bab II-Pasal 2, ASAS DAN ‘TUJUAN pada Undang-Undang Energy nomor 30 tahun 2007, berbunyi :
Energi dikelola berdasarkan asas kemanfaafan, rasionalitas, efisiensi berkeadilan, peningkatan nilai tambah, keberlanjutan, kesejahteraan masyarakat, pelestarian fungsi lingkungan hidup, ketahanan nasional, dan keterpaduan dengan mengutamakan kemampuan nasional.
Artinya seluruh usaha penggalian dan exploitasi migas termasuk yang harus dikelola berdasarkan asas kemanfaafan, rasionalitas, efisiensi berkeadilan, peningkatan nilai tambah, keberlanjutan, kesejahteraan masyarakat. Bila pemerintah mempunyai keinginan untuk merubah cara pandang terhaddap manajemen harga minyak seperti harga POMINAS diatas, saya yakin dengan harga non subsidipun, masyarakat umum masih berkemampuan untuk membeli bbm dan tentunya akan menggairahkan usaha kecil dan mikro.
Volume produksi sendiri crude oil yang diperuntukkan didalam negeri harus diselamatkan dulu untuk mencukupi ebutuhan nasional, sehingga terpenuhi. Kelebihan dari kebutuhan dalam negeri (bila ada) bolehlah diexport untuk mendapatkan devisa. Memang ada devisa dari minyak yang hilang dengan cara2 diatas namun itu adalah trade-off yang harus direlakan untuk mensejahterakan sekian juta penduduk Indonesia.
Dengan harga diatas tentunya tidak lagi ada protes, demo atau apapun bentuk keberatan masyarakat karena harga minyak ini menjadi lebih terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, dan dampak positifnya adalah biaya transportasi menjadi jauh lebih murah yang tentunya berdampak positif terhadap seluruh harga barang di Indonesia menjadi sangat terjangkau akibat biaya transportasi yang murah. Tentunya Kesatuan Umat dan Kemakmuran Bangsa bisa terwujud sesuai dengan slogan Partai Matahari Bangsa. Semoga allah swt meridhoi segala usaha kita semua untuk memakmurkan bangsa.
Tentunya dengan harga minyak yang rendah akan memancing sebagian orang untuk membeli dan menjualnya diluar negeri demi keuntungan pribadi, karena keuntungan yang sudah diendus sangatlah tinggi. Untuk memproteksi larinya minyak ini keluar negeri oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sudah semestinya dibuat pengawasan yang ketat dan keras terhadap pelanggaran penjualan minyak keluar negeri untuk keuntungan sendiri. Hukum seberat2-nya tanpa ampun segala bentuk pencurian dan penyelewengan bbm yang menjadi hakat hidup orang banyak ini.
4. PERBANDIN GAN :
| Jenis BBM | Harga Eceran | Harga Non Subsidi | |||||
| Wilayah 1 | Wilayah 2 | Wilayah 3 | |||||
| (Rp/Lt) | (USC/Lt) | (Rp/Lt) | (USC/Lt) | (Rp/Ltr) | (USC/Lt) | ||
| Premium | 4.500 a) | 7,450.85 | 90.28 | 7,737.20 | 83.36 | 7,901.65 | 85.13 |
| M. Tanah | 2.000 a) | 8,347.90 | 89.95 | 8,529.40 | 91.91 | 8,710.90 | 93.85 |
| M. Solar | 4.300 a) | 8,300.70 | 89.44 | 8,544.50 | 9,207.00 | 8,726.20 | 94.03 |
| 7,939.80 | 85.55 | 8,173.00 | 88.07 | 8,346.80 | 89.94 | ||
| M. Diesel | - | 7,700.00 | 82.96 | 7,944.20 | 85.60 | 8,113.60 | 87.42 |
| M. Bakar | - | 5,750.80 | 61.96 | 5,893.80 | 63.51 | 6,019.20 | 64.86 |
| Jenis BBM | Harga Eceran | Perkiraan Harga Non Subsidi POMINAS | |||||
| Wilayah 1 | Wilayah 2 | Wilayah 3 | |||||
| (Rp/Lt) | (USC/Lt) | (Rp/Lt) | (USC/Lt) | (Rp/Ltr) | (USC/Lt) | ||
| Premium | 1,348.23 | 2,232.33 | 27.05 | 2,318.12 | 24.98 | 2,367.39 | 25.51 |
| M. Tanah | 599.21 | 2,501.09 | 26.95 | 2,555.47 | 27.54 | 2,609.85 | 28.12 |
| M. Solar | 1,288.31 | 2,486.95 | 26.80 | 2,559.99 | 2,758.48 | 2,614.43 | 28.17 |
| 2,378.82 | 25.63 | 2,448.69 | 26.39 | 2,500.76 | 26.95 | ||
| M. Diesel | - | 2,306.98 | 24.86 | 2,380.14 | 25.65 | 2,430.89 | 26.19 |
| M. Bakar | - | 1,722.98 | 18.56 | 1,765.82 | 19.03 | 1,803.40 | 19.43 |
Bila kita perbandingkan harga minyak eceran sebesar Rp. 4,500.00 dengan harga POMINAS sebesar Rp. 1,348.23 merupakan perbedaan yang sangsat signifikan. Untuk itu perlu rasanya kita renungkan “trade off” yang ada untuk kemakmuran bersama tanpa public riot menuju kedamaian hakiki. Pertanyaan yang timbul sekarang adalah Adakah niat baik Pertamina untuk membuat harga bbm seperti halnya harga Pominas ?.
Mari kita renungkan dan pertanyakan : bisakah…..???. Jawabannya PASTI BISSSAAAA, Dimana ada kemauan, disitu ada jalan…………..
Atas dasar penulisan diatas, dibutuhkan political will pemerintah untuk bisa segera mengusahakan dan mengaplikasikan kebijakan bbm untuk kesatuan umat dan kemakmuran bangsa, dengan melakukan tahapan demi tahap langkah cermat dan cerdas sebagai berikut :
- Memandang MIGAS untuk semata-mata hanya dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
- STOP Penjualan Crude Oil keluar sebelum kebutuhan didalam negeri terpenuhi.
- LAKUKAN Refinery untuk produk campuran.
- IMPORT hanya kekurangan kebutuhan nasional saja.
- LAKUKAN PENGAWASAN SUPER KETAT terhadap TATA NIAGA MIGAS
- HUKUM seberat-beratnya para pencuri dan penyelewengan serta penyalahgunaan wewenang MIGAS.
Insyaallah dengan dasar pemikiran dan hati nurani untuk memakmurkan bangsa, segala usaha pemerintah akan sepen uhnya didukung oleh seluruh rakyat didalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.
Macet Jakarta, Masalah Tanpa Ujung
Sumber :kompas.com/kompas-cetak/0401/29/Otomotif
Macet Jakarta, Masalah Tanpa Ujung
DALAM sebuah percakapan sambil minum teh dan kue keranjang di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (26/1) malam, tiga usahawan Indonesia bercerita tentang pengalaman masing-masing menembus macet Jakarta. Ia hanya dapat persoalan kalau jalan macet di kawasan-kawasan jalan alternatif. Misalnya kalau ingin pipis, repot bukan main. Turun dari mobil untuk pipis di tepi jalan tentu hal yang sangat tidak elok. Akan tetapi, bagaimana berkompromi dengan urusan “kecil” tetapi penting itu? Ia akhirnya memutuskan menempuh jalan praktis dengan membawa-bawa botol plastik bekas minuman ringan di mobilnya. Kalau ingin pipis, di tengah lautan kemacetan Jakarta, ia menarik keluar botol itu, menutup gorden mobil dan … urusan selesai. “Ngapain risi dengan sopir dan staf saya, lha wong kami sama-sama laki-laki. Jadi saya pipis aja di mobil. Habis mau di mana? Di tepi jalan? Ha-ha-ha, Anda bercanda,” kata usahawan yang suka tertawa ini. Usahawan kedua, juga enggan disebut namanya, berusia 72 tahun. Pengusaha ini menggerakkan bisnis besar di sektor tekstil dan produk tekstil. Ia tidak mempunyai masalah dengan kehadiran bus transjakarta yang bikin macet sebagian Ibu Kota, atau peraturan baru tentang 3 in 1. Sejak dulu ia selalu pergi dengan sopir dan seorang staf pria yang selalu siap menulis gagasan-gagasan baru pengusaha ini. Ide-ide itu biasa terlontar dalam perjalanan darat di Jakarta. Sama dengan pengusaha pertama, usahawan yang sudah mulai dimakan usia ini kerap menghadapi masalah kencing, bahkan kadang-kadang buang air besar. Ia sangat tersiksa kalau hasrat hajat itu datang tatkala ia terkepung macet Jakarta yang sinting. “Udah begitu hujan lebat, jarak ke kantor masih amat jauh. Wah, benar-benar tersiksa. Tahu sendiri bagaimana rasanya kalau kebelet hendak ke belakang, tubuh merinding semua,” tutur pengusaha ini.
Akhirnya ia nekat keluar mobil, menembus kemacetan Jakarta sambil berjalan kaki dan berpayung. Tujuannya mendapatkan rumah penduduk dan menuntaskan urusan hajat itu. “Orang Indonesia kan baik-baik, selalu memahami kesulitan orang sehingga saya dipersilakan masuk ke kamar kecil empunya rumah,” kata kakek yang tampak masih segar ini. “Pada kali lain, kesulitan yang sama datang. Kebetulan, tak jauh dari lokasi macet yang gila-gilaan itu, ada sebuah hotel, ya saya masuk saja, tuntaskan urusan belakang. Setelah itu ngeteh sebentar di kafe,” katanya. Pengalaman ini membuat pengusaha tersebut membawa botol bekas minuman ringan. Dan kalau urusan pipis, tinggal menutup gorden mobil, dan menyelesaikan masalah di situ. Sambil menghela napas ia menyebutkan, bagaimana jadinya kalau yang ingin pipis atau buang air besar adalah perempuan. Dan hasrat itu datang tatkala jalan amat macet, rumah masih amat jauh, hujan turun dengan lebatnya. “Lama-lama saya pikir Jakarta ini kota yang makin tidak manusiawi,” katanya. Ia baru merasa sangat tersiksa kalau lalu lintas macet total, tatkala ia mesti rapat atau bertemu tamu atau rekan bisnis di sebuah tempat. “Kalau kawan dekat sih, saya bisa telepon via telepon seluler dan minta maaf terlambat tiba karena macet. Tetapi bagaimana kalau misalnya saya janjian dengan sebutlah pejabat tinggi atau menteri sebuah negara sahabat? Wah, padahal saya juga mesti jaga reputasi. Apa pun, saya mesti tiba di lokasi tepat waktu. Akhirnya tiada jalan lain, saya naik ojek,” katanya. “Tetapi tahu sendiri ojek Jakarta, sebagian besar suka balap, nyelap-nyelip sesuka hati, pake naik trotoar pula. Kita sih bisa tiba di tempat tujuan tepat
waktu, tetapi jantung lebih dulu diajak olahraga keras,” katanya. TIGA usahawan tersebut berbicara tentang hal-hal yang tampak “biasa” untuk ukuran Jakarta. Persoalan tersebut akan makin rumit dan makin rumit lagi pada tahun-tahun mendatang, sebab setidaknya sampai hari ini pemerintah belum mengajukan program yang betul-betul riil untuk mengatasi kemacetan. Program yang bisa mengurangi kemacetan, misalnya pembangunan subway, skytrain, dan sebagainya masih dalam tahap wacana sejak dua warsa silam. Program yang agaknya mendekati tahap konkret ialah monorel.
Pembangunan rel kereta tunggal itu tampaknya akan jadi dalam waktu dekat. Namun, para pengamat angkutan darat menyarankan, supaya tidak kecewa, jangan dulu optimis. Sebab, program subway saja, yang sudah hampir jadi 10 tahun lalu, bisa batal hanya karena urusan sepele. Solusi yang coba disodorkan Pemerintah Provinsi DKI yakni bus transjakarta dan 3 in 1, agaknya tidak menyelesaikan soal sebab hanya memindahkan lokasi macet dan jam macet saja. Pada jam-jam berlakunya 3 in 1, jalan-jalan yang masuk kawasan 3 in 1 memang jauh lebih longgar. Namun, jalan-jalan alternatif penuh sesak. Persoalannya, seperti yang sudah kerap disajikan di laporan-laporan otomotif, memang hampir tidak ada penambahan jalan. Di sisi lain, penambahan jumlah kendaraan, mobil, sepeda motor, dan angkutan umum makin hebat. Bayangkan saja kalau di Jakarta bertambah 800.000 unit mobil dan sepeda motor per tahun.
Di forum lain, kendaraan dari kota-kota di sekitar Jakarta ikut mengepung Ibu Kota. Makin terbayang sintingnya macet Jakarta. Sepuluh tahun mendatang, jika masih tidak ada penambahan jalan, kendaraan-kendaraan di Jakarta bakal benar-benar berhenti. ADA baiknya kalau Pemerintah DKI memikirkan lagi solusi mengatasi kemacetan ini dengan menggunakan instrumen lain. Singapura mengurangi lonjakan kenaikan kendaraan dengan menggunakan instrumen pajak kendaraan dan sistem sertifikat (berlaku 10 tahun). Negeri berpenduduk empat juta ini mengimbangi instrumen itu dengan menyediakan fasilitas subway, kereta api, bus, dan taksi yang cukup memadai. Amerika Serikat menggunakan sistem parkir yang amat mahal. Di kota-kota besar, sebutlah di daerah elite New York, ongkos parkir per jam bisa mencapai 14-17 dollar AS per jam. Di Washington, Chicago, dan Los Angeles, tarif sedikit lebih murah, tetapi tetap saja mencekik leher. Bayangkan saja kalau parkir 10 dollar AS jam per hari, mesti mengeluarkan anggaran berapa besar untuk bayar parkir saja? Jangan heran kalau warga AS lebih suka naik kendaraan umum dan jalan kaki untuk jarak dekat. Hongkong dan kota terbesar di Australia, Sydney, mencari jalan keluar kepadatan kendaraan dengan ongkos parkir yang mahal.
Di Sydney misalnya, parkir di daerah tertentu besarnya 50 dollar Australia per delapan jam. Hongkong juga amat mahal. Pemerintah Provinsi DKI perlu mempertimbangkan untuk menggunakan instrumen parkir ini. Jika parkir di mal atau gedung perkantoran, misalnya, Rp 8.500 per jam (setara satu dollar AS), rasanya warga akan pikir panjang untuk selalu keluar dengan menggunakan mobil. Akan tetapi, kembali ke masalah awal, untuk menerapkan tarif itu pemerintah mesti lebih dulu menyiapkan sarana transportasi yang sangat memadai, trotoar untuk pejalan kaki yang memadai, serta rasa aman bagi warga di jalan, stasiun, halte, dan di dalam kendaraan umum. (ABUN SANDA).
Posted in Uncategorized
Megapolitan Solusi Macet Jakarta
Sumber : Detik.com detikcom: Suara PembacaSelasa, 30/10/2007 07:51
Megapolitan Solusi Macet Jakarta
Pengirim: Rama Wiseso
<!—->Kemacetan di Jakarta sangat parah. Apalagi musim hujan telah tiba. Hampir dipastikan menambah keparahan kemacetan yang ada. Pemkot DKI Jakarta sudah mengeluarkan solusi dengan menambah koridor busway (VII-X koridor).
Tetapi, sungguh sayang program ini tidak akan berjalan maksimal. 80% pengguna jalan di Jakarta adalah warga yang berasal dari luar Jakarta (Dekasi, Depok, Banten, Bogor).
Masyarakat yang berdomisili di Jakarta dapat diasumsikan bahwa mereka mayoritas adalah warga senior (pensiunan). Sedangkan kemacetan yang terjadi di Jakarta disebabkan oleh para warga pengguna jalan yang umumnya berdomisili di luar Jakarta tetapi bekerja di Jakarta.
Sudah saatnya bagi Pemkot DKI-DPRD dan Pemkot-DPRD lainnya (Bekasi, Depok, Banten, Bogor) membuat konsep bersama dan segera melaksanakan pembangunan secara berkesinambungan. Hal ini harus segera dilakukan karena mengingat jumlah kendaraan yang semakin bertambah dan diprediksikan mulai tahun 2014 Jakarta akan mengalami kemacetan terparah.
Sudah saatnya konsep ‘Megapolitan’ dilaksanakan karena tidak ada solusi lain untuk menyelesaikan masalah ini selain saling bekerja sama dan bergotong royong dilandasi dengan niat yang tulus, bersih, ikhlas semata-mata untuk menciptakan masa depan yang jauh lebih baik. Bapak-bapak pejabat Pemda dan DPRD mari kita mulai dari sekarang.
Rama Wiseso
Jl Anggrek Cendrawasih VIII a No 8 Jakarta
ramawiseso@yahoo.co.id
70479100 <!–Email: marina@staff.detik.com–>
(msh/msh)
Posted in Tentang Transportasi
2007, Timbunan Sampah Jakarta Maksimal 6.000 Ton/Hari
Sumber : Kompas “Kami akan serius mengkampanyekan pengurangan volume pembuangan sampah rumah tangga ke setiap penjuru DKI. Juga diimbangi kelengkapan sarana dan prasarana pembuangan serta pengolahan sampah. Termasuk menggalakkan gerakan reduce, reuse, dan recycle,” kata Rama Budi, Sabtu (16/12). Rama Budi menegaskan hal itu di depan sebagian masyarakat Jakarta yang sedang berkumpul dalam acara Aksi Bersih Untuk Hijau – Gudang Solusi Masalah Lingkungan. Program bersama antara Kompas dan Unilever. Aksi ini berlangsung selama 2 hari, yaitu Sabtu – Minggu (16 – 17/12) di Kridaloka, Senayan, Jakarta Pusat. Selama dua hari, masyarakat diajak menggali informasi serta berlatih mengelola sampah yang ramah lingkungan. Dalam acara ini, disuguhkan workshop pengolahan sampah organik menjadi kompos dan mengubah sampah an organik menjadi barang kerajinan bernilai jual.
2007, Timbunan Sampah Jakarta Maksimal 6.000 Ton/Hari
Sabtu, 16 Desember 2006
Pemerintah Provinsi Jakarta serius mereduksi permasalahan terkait banyaknya timbunan sampah pada tahun 2007. Mulai awal tahun depan, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Rama Budi mengatakan pemprov akan menargetkan timbunan sampah maksimal 6.000 ton per hari.
Posted in Tentang Sampah
Ketika Sampah Banyuurip Menjadi ”Air Kehidupan”
Jumat, 26 Okt 2007
Ketika Sampah Banyuurip Menjadi ”Air Kehidupan” Dimanfaatkan Mengais Tambahan Uang Jajan
Sebagian orang menganggap sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna sehingga harus dibuang. Namun, tidak bagi orang-orang yang telah menggantungkan hidup dari barang-barang buangan itu.
OLEH JOKO SUROSO, Magelang
TUMPUKAN sampah yang menggunung di tempat penampungan akhir (TPA) Banyuurip, Tegalrejo, Magelang, bisa menjadi sumber penghidupan bagi tak kurang dari 150 pemulung. Menjelang siang, sejumlah pemulung, laki-laki maupun perempuan sedang mengais rezeki dari tumpukan sampah yang baru saja diturunkan dari truk sampah milik Pemkot Magelang.
Sesekali beberapa di antaranya terlihat mengusap keringat yang mulai membasahi mukanya. Penutup kepala yang mereka pakai tak mampu mengalahkan sinar matahari yang cukup menyengat.
Dengan telaten mereka membalik-balik tumpukan sampah. Satu persatu tangan mereka memungut dan mengumpulkan barang-barang yang dianggapnya berharga. Plastik, kertas, botol, tulang, kaleng, besi serta yang lainnya bisa mendatangkan uang.
Di sudut lain, TPA seluas 6,8 hektare sejumlah pemulung terlihat menata dan memilih-milih barang-barang yang dikumpulkan sejak pagi di ’kios-kios’ darurat yang dibuat sekitar kawasan itu. Beberapa pemulung lain terlihat sedang istirahat sambil penunggu pengepul yang biasa membeli barang-barang itu datang.
Bulan puasa bukan menjadi halangan mereka untuk tetap mengais rezeki dari sampah-sampah yang telah dibuang oleh pemilinya. Setiap hari mereka selalu yakin bakal mendapatan sampah-sampah yang bisa dikumpulkan dan dijual untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Ny. Parmi, 55, salah seorang pemulung mengatakan dalam sehari mampu mengumpulkan sampah-sampah yang laku dijual seperti kertas, botol, kaleng dan plastik. Barang rongsokan itu dijual dengan harga bervariasi. Misalnya, kertas bisa laku Rp 400/kg, botol air mineral Rp 1000/kg serta keleng Rp 700/kg.
Perempuan yang tinggal tak jauh dari TPA itu tidak berani memastikan nominal pendapat yang bisa didapat setiap hari. Sebab, pekerjaam yang ditekuni sejak belasan tahun lalu itu hanya bersifat sambilan.
“Namun itu juga tidak mesti mas. Sebab, sampah yang dibuang ke sini, hasil dari pengambilan depo sampah di Kota Magelang. Jadi hanya sisa-sisa saja karena sebagian telah diambil oleh pemulung lain,” katanya.
Sebagian besar pemulung yang mengais rezeki di TPA Banyuurip adalah ibu rumah tangga. Mereka tinggal tak jauh dari lokasi pembuangan sampah yang disewa oleh Pemkot Magelang itu. Pekerjaan itu hanya bersifat sambilan untuk mengisi waktu luang usai menyelesaikan pekerjaan rumah. “Memang pekerjaan ini terasa kumuh. Tapi, dari pada harus duduk-duduk di rumah tanpa menghasilkan uang, lebih baik melakoni pekerjaan ini. Yang penting halal dan tidak mengambil barang orang lain,” paparnya.
Ny.Timah, 50, pemulung yang lain menimpali penghasilan yang diperoleh dari mengais sampah itu tidaklah seberapa. Tapi setidaknya dapat membantu suaminya yang berprofesi sebagai tukang batu. “Lumayan, dapat untuk jajan anak-anak di sekolah,” ujarnya tanpa merinci jumlah nominalnya.
Untuk mengumpulkan sampah yang laku dijual, mereka membuat lapak-lapak dengan penyekat kain spanduk bekas. Lapal-lapak yang dibuat di sekitar TPA itu untuk memudahkan pengepul mengambil barang-barang yang akan dibeli. Masing-masing penampungan sudah ada pemilik berikut pengepul yang akan membeli barang-barang rongsok itu.
“Kalau sudah terkumpul, biasanya pengepul mendatangi lapak-lapak itu, menimbang kemudian membayar sesuai harga yang disepakati,” terang Ny. Parmi.
Tanpa disadari, yang dilakukan oleh para pemulung itu justru memperpanjang usia TPA Banyuurip yang diperkirakan hanya tinggal 2 tahun lagi. Lahan TPA seluas 6,8 hektar itu sudah dipenuhi gunungan sampah. Tinggal lahan seluas 0,5 hektar yang masih bisa dimanfaatkan untuk menampung sampah.
Volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat di Kota Magelang tergolong tinggi. Setiap hari, sekitar 350-400 m3 sampah yang dikumpulkan dari masyarakat dibuang ke TPA tersebut. Bila tidak segera diantisipasi, dua tahun lagi TPA di Banyuurip akan penuh dan tak lagi mampu menampung sampah dari masyarakat. “Memang pemulung bisa memperpanjang usia TPA, tapi tetap perlu tindakan kongkret untuk mengelola gunungan sampah itu,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang Sudijono.
Untuk mengurangi beban volume sampah yang terus bertambah, pihaknya menggandeng pihak ketiga untuk memanfaatkan timbunan sampah itu menjadi kompos atau batako. Selain itu, juga telah dirintis kerjasama dengan Universitas Tidar Magelang, dalam pembuatan kompos. “Ini (kerja sama), sifatnya sangat mendesak, karena dari enam penampungan sampah kini tinggal satu, yang berukuran 60 x 30 meter dan kedalaman 7 meter. Diperkirakan dua tahun lagi sudah penuh,” imbuhnya.
Tampaknya, sesuai namanya, lokasi Banyuurip ini bisa menjadi “air kehidupan” bagi para ibu rumah tangga di sekitarnya. Sebuah simbiose mutualisme.***
©Copyright 2006, Indo Pos Online colo’CBN.
Posted in Tentang Sampah
Fauzi Menang Di Kandang Sendiri
Fauzi Menang Di Kandang Sendiri
Rabu, 08 Agustus 2007 | 15:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Calon Gubernur Fauzi Bowo menang telak di Tempat Pemungutan Suara 01 Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/8) tempat dia memilih. Suaranya hampir 5 kali lipat dari pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar.
Di kandang Fauzi itu, Adang hanya mendapat 42 suara. “Bang Kumis (Fauzi Bowo) dan Prijanto 197 suara,” kata Ketua Panitia Pemungutan Suara TPS 01 Gondangdia, Ny Suhadi. Sementara sebanyak 5 suara tidak sah.
Sekitar 30-an pendukung Fauzi bersorak tiap panitia menyebutkan pasangan calon nomor 2 itu disebut. “Ayo kumis, terus,” pekik mereka.
Dari 418 nama yang tercantum di Daftar Pemilih Tetap TPS 01 Gondangdia, terdapat 244 orang yang datang mencoblos. Delapan diantaranya wartawan yang meliput sehingga tidak dapat mencoblos di rumah mereka masing-masing.Reza Maulana
Posted in PILKADA
Kompos, Jalan keluar Problem Sampah Jakarta
Rabu, 24 November 2004 | 14:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta::
Sampah rumah tangga, menyumbang tidak sedikit dari sekitar 6000 ton total produksi sampah per hari di Ibu Kota Jakarta. Jika setiap rumah mampu mengelola sampahnya dengan baik, akan membantu mengatasi problem sampah di Jakarta. Caranya dengan mengubah sampah organik tersebut menjadi kompos.
Hal ini dikatakan Peneliti dan ahli lingkungan Badan Pengkajian dan Pengembangan Tekhnologi (BPPT) Henky Sutanto. Menurut Hengky sebenarnya sampah rumah tangga bisa diubah menjadi kompos yang berguna untuk tumbuh-tumbuhan di pekarangan rumah sendiri.
Sampah basah (organik) bekas makanan-atau minuman sehari-hari dipisahkan dari sampah kering (anorganik) seperti kaleng, plastik, kertas. Sampah basah itu kemudian ditumpuk dalam sebuah lubang kecil di pekarangan rumah. Dalam jangka waktu tertentu bagian paling bawah dalam tumpukan tersebut bisa diangkat dan ditebarkan ke tanaman sebagai pupuk kompos.
Pengolahan sampah menjadi kompos, yang bisa dimanfaatkan memperbaiki struktur tanah, meningkatkan permeabilitas tanah, dan dapat mengurangi ketergantungan pada pemakaian pupuk mineral (anorganik) seperti urea. Selain mahal, urea juga dikhawatirkan menambah tingkat polusi tanah.
Ada juga cara lain untuk mengurangi volume sampah. Dengan cara dibakar. Tetapi pembakaran sampah menghasilkan dioksin, yaitu ratusan jenis senyawa kimia berbahaya seperti CDD (chlorinated dibenzo-p-dioxin), CDF (chlorinated dibenzo furan), atau PCB (poly chlorinated biphenyl).
Bagaimana jika rumah dengan pekarangan yang sempit? Seperti di komplek-komplek perumahan. Menurut Henky hal serupa bisa juga dilakukan dalam lingkungan kompleks. Sampah dari masing-masing rumah dikumpulkan dalam satu lokasi di dalam kompleks, yang dikhususkan menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Sampah kering dan sampah basah dipisahkan. Sampah basah kemudian di tumpuk. Dalam jangka waktu dua bulan, akan menjadi kompos. Kompos itu, bisa dibagikan ke setiap rumah yang membutuhkan pengganti pupuk untuk tanaman. Dengan begitu, persoalan samapah di lingkungan sekitar bisa teratasi secara kolektif.
Fitri Oktarini-Tempo
Posted in Tentang Sampah
Pengertian Sampah
Pengertian Sampah
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
Sumber-sumber sampah
- 1. Rumah Tangga
- 2. Pertanian
- 3. Perkantoran
- 4. Perusahaan
- 5. Rumah Sakit
- 6. Pasar dll.
Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :
- 1. Sampah Anorganik/kering
Contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dll yang tidak dapat mengalami pembususkan secara alami. - 2. Sampah organik/basah
Contoh : Sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah dll yang dapat mengalami pembusukan secara alami. - 3. Sampah berbahaya
contoh : Baterei, botol racun nyamuk, jarum suntik bekas dll - 1. Tempat berkembang dan sarang dari serangga dan tikus
- 2. Menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan udara
- 3. Menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan.
- a. Penumpukan.
Dengan metode ini, sebenarnya sampah tidak dimusnahkan secara langsung, namun dibiarkan membusuk menjadi bahan organik. Metode penumpukan bersifat murah, sederhana, tetapi menimbulkan resiko karena berjnagkitnya penyakit menular, menyebabkan pencemaran, terutama bau, kotoran dan sumber penyakit dana badan-badan air. - b. Pengkomposan.
Cara pengkomposan meerupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk yang mempunyai nilai ekonomi. - c. Pembakaran.
Metode ini dapat dilakuakn hanya untuk sampah yang dapat dibakar habis. Harus diusahakan jauh dari pemukiman untuk menhindari pencemarn asap, bau dan kebakaran. - d. “Sanitary Landfill”.
Metode ini hampir sama dengan pemupukan, tetapi cekungan yang telah penuh terisi sampah ditutupi tanah, namun cara ini memerlukan areal khusus yang sangat luas.- 1. Sampah basah : Kompos dan makanan ternak
- 2. Sampah kering : Dipakai kembali dan daur ulang
- 3. Sampah kertas : Daur Ulang
- 1. Botol Bekas wadah kecap, saos, sirup, creamer dll baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal.
- 2. Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus kecualai kertas yang berlapis minyak.
- 3. Aluminium bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue dll.
- 4. Besi bekas rangka meja, besi rangka beton dll
- 5. Plastik bekas wadah shampoo, air mineral, jerigen, ember dll
- 6. Sampah basah dapat diolah menjadi kompos.
- 1. Mengehemat sumber daya alam
- 2. Mengehemat Energi
- 3. Menguranagi uang belanja
- 4. Menghemat lahan TPA
- 5. Lingkungan asri (bersih,sehat,nyaman)
Permasalahan Sampah::
Secara umum pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat kesehatan lingkungan akan dapat mengakibatkan :
Tata cara Pemusnahan sampah
Beberapa cara pemusnahan sampah yang dapat dilakukan secara sederhana sebagai berikut :
Pemanfaatan Sampah:
Daur ulang
Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan , pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai.
Material yang dapat didaur ulang :
Manfaat pengelolaan sampah
| NO | JENIS BARANG LAPAK | HARGA/KG | |
|---|---|---|---|
| 1 | Gelas Aqua | 1600 | |
| 2 | Kaleng Oli | 1500 | |
| 3 | Ember biasa | 1100 | |
| 4 | Keras (kaset, yakult, botol kecap) | 150 | |
| 5 | Ember hitam (anti pecah) | 800 | |
| 6 | Botol Aqua | 700 | |
| 7 | Putian (botol bayclin, infus) | 1600 | |
| 8 | Kardus | 500 | |
| 9 | Kertas Putih | 700 | |
| 10 | Majalah | 350 | |
| 11 | Koran | 500 | |
| 12 | Duplek (kardus tipis) | 150 | |
| 13 | Semen | 400 | |
| 14 | Besi Beton | 700 | |
| 15 | Besi super | 450 | |
| 16 | Besi pipa | 250 | |
| 17 | Tembaga super | 8000 | |
| 18 | Tembaga bakar | 7000 | |
| 19 | Aluminium tebal | 6000 | |
| 20 | Aluminium tipis | 4000 | |
| 21 | Botol air besar | 400 | |
| 22 | Botol bir kecil, sprite, fanta | 200 | |
| Sumber koperasi pemulung 2003 | |||
sumber : panduan ibu pada http://www.jala-sampah.or.id/
Posted in Tentang Sampah



